• Hari Batik

Berita

Pekalongan (19/11) – Masih dalam agenda yang sama, yakni Workshop Perumusan Visi Misi dan Redesain Kurikulum bertajuk “Curriculum Mapping: Peningkatan Kompetensi Lulusan Berbasis Harmonisasi Ilmu Pendidikan Umum dan Ilmu Pendidikan Agama”, pada hari kedua, Rabu, 17 November 2021, Tim Perumus mulai bekerja secara berkelompok. Tim dibentuk menjadi 3 kelompok, yaitu: Tim A (Perumus Visi Misi) yang dikoordinatori oleh Dr. Slamet Untung, M.Ag., Tim B (Perumus Profil Lulusan) yang dikoordinatori oleh Dr. Ahmad Taufiq, M.Pd.I., dan Tim C (Perumus Kurikulum) yang dikoordinatori oleh Dr. M. Ali Ghufron, M.Pd.

Tim A di bawah koordinator Dr. Slamet Untung, M.Ag., merumuskan ulang visi misi dengan menurunkan dari visi misi Institut dan Pascasarjana. Selain itu, perumusan visi misi juga diarahkan berdasarkan saran dan masukan dari para stakeholders dan ahli (Prof. Dr. Samsudi, M.Pd., dan Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag.) yang pada hari sebelumnya telah menyampaikan materi dan membedah visi dan misi yang lama.

Selain itu, Tim B di bawah koordinator Dr. Ahmad Taufiq, M.Pd.I., merumuskan ulang profil lulusan Prodi Magister PGMI. Tim perumus menggunakan rujukan dokumen Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Jenjang Magister dan Doktor pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Fakultas Agama Islam (FAI) pada Perguruan Tinggi yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tahun 2018. Berdasarkan rujukan tersebut, profil lulusan Prodi MPGMI adalah: 1) Akademisi, 2) Peneliti, dan 3) Konsultan. Kemdian Profil tersebut ditambah sesuai dengan penciri khas yang ada di Prodi MGMI yaitu Entrepreneur di bidang pendidikan dan Trainer Pendidikan.

Tim C di bawah koordinator Dr. M. Ali Ghufron, M.Pd., meninjau ulang struktur kurikulum (mata kuliah) yang telah ada dengan mencocokkan profil lulusan yang telah dirumuskan. Berdasarkan saran dan masukan dari stakeholders dan berdasarkan profil lulusan baru yang telah dirumuskan, terdapat beberapa mata kuliah yang digabung, penambahan mata kuiah baru, dan menghilangkan mata kuliah yang kurang relevan dan tidak mendukung pencapaian profil lulusan. Selain itu, Tim C juga bertugas mendistribusikan sebaran mata kuliah – mata kuliah di tiap semesternya mulai semester 1 s.d. 4.

Dalam sambutan di akhir acara, Ketua Prodi Magister PGMI, Umi Mahmudah, Ph.D., menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh peserta yang selama 2 hari telah berjibaku dalam diskusi dan bekerja merumuskan visi misi dan redesain kurikulum MPGMI. lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan ke depan prodi MPGMI agar bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas. “Semoga dengan dirumuskannya visi misi dan redesain kurikulum ini, Prodi MPGMI lebih mantap dalam menjalankan program kerjanya. Karena telah memiliki peta arah yang jelas sehinga ke depan bisa menghasilkan lulusan yang berkompeten dan berkualitas”, pungkasnya.

(M. Ali Ghufron – Humas Pascasarjana IAIN Pekalongan)

Pekalongan (18/11) – Dalam rangka peningkatan standar kompetensi lulusan (SKL), Program Magister PGMI Pascasarjana IAIN Pekalongan menyelenggarakan Workshop Perumusan Visi Misi dan Redesain Kurikulum bertajuk “Curriculum Mapping: Peningkatan Kompetensi Lulusan Berbasis Harmonisasi Ilmu Pendidikan Umum dan Ilmu Pendidikan Agama” pada 16-17 November 2021.

Bertempat di Meeting Room Hotel Nirwana Pekalongan, kegiatan workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Samsudi, M.Pd., pakar kurikulum dan pendidikan keguruan, serta Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag., guru Besar Ilmu Fiqh sekaligus Direktur Pascasarjana IAIN Pekalongan. Selain dihadiri para pimpinan dan dosen di lingkungan IAIN Pekalongan, acara ini juga dihadiri pihak-pihak stakeholders terkait, di antaranya perwakilan Alumni Pascasarjana IAIN Pekalongan, Perwakilan Mahasiswa Magister PGMI & PAI, KKMI, perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pemalang, Kota Pekalongan, Kab. Pekalongan serta Kab. Batang.

Ditemui di lokasi acara, Kaprodi Magister PGMI Pascasarjana IAIN Pekalongan Umi Mahmudah, Ph.D., mengungkapkan bahwa Workshop Perumusan Visi Misi dan Redesain Kurikulum merupakan salah satu agenda penting demi terwujudnya pendidikan yang lebih berkualitas dan menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi unggul. “Tujuan utama acara ini adalah sharing wawasan dan informasi tentang Prodi MPGMI dan Pascasarjana pada umumnya kepada semua stakeholders, kata Umi.

Umi menambahkan tujuan lain yang tidak kalah penting dari acara ini adalah sebagai persiapan akreditasi prodi. “Masukan peserta akan kami jadikan bahan masukan dan evaluasi untuk memperbaiki segala kekurangan,” ungkapnya. Selain itu, redesain kurikulum MPGMI juga mengarah ke jangka panjang, yaitu untuk meningkatkan kompetensi lulusan prodi MPGMI yang bisa update dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Terkait urgensinya acara ini, Direktur Pascasarjana IAIN Pekalongan Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag., menyampaikan perumusan visi misi dan redesain kurikulum perlu dilakukan mengingat adanya paradigma baru tentang revolusi di dunia pendidikan. “Perubahan model pembelajaran di dunia pendidikan di setiap masa tidak bisa dibendung, mulai dari era 1.0 hingga sekarang era 4.0 yang menuju 5.0, jika tidak menyesuaikan perubahan, tentu yang ada adalah suatu ketertinggalan. Sementara visi misi dalam suatu lembaga pendidikan perlu dipersiapkan sedari hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, pakar kurikulum dan pendidikan kejuruan Prof. Dr. Samsudi, M.Pd., dalam paparannya mengutarakan beberapa hal yang dapat diterapkan dalam proses redesain kurikulum. “Saya melihat semangat yang luar biasa dalam redesain kurikulum MPGMI IAIN Pekalongan, dan hal ini merupakan modal utama dalam menjalani rangkaian proses panjang kedepannya. Kemudian dengan mengambil tema harmonisasi ilmu umum dan ilmu agama dapat dijadikan pedoman istimewa bahwa lulusan MPGMI kelak memiliki keselarasan yang seimbang antara dua aspek tersebut,” ungkap Samsudi.

Dalam perspektif yang lain, Samsudi memaparkan bahwa diperlukan kajian substansi dalam desain kurikulum, serta tidak melupakan kompetensi berdasarkan kearifan lokal agar dapat dibawa ke arah nasional bahkan global. “Desain kurikulum pendidikan merupakan kecakapan hidup, yaitu sinergitas antara ilmu umum dan agama serta dapat dikolaborasikan dengan mengangkat kekhasan daerah sebagai kompetensi tambahan yang tentunya akan menjadi nilai plus bagi lulusannya kelak, kemudian dalam pengembangan kurikulum diperlukan teamwork yang solid ditingkat prodi dengan tetap menggunakan panduan aturan dari BAN-PT,” jelasnya.

 

Penulis: Anik Maghfiroh

 

Kegiatan Workshop redesain kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) ini diikuti para pemangku kepentingan baik pengelola Pascasarjana, dosen, stakeholder, maupun alumni. dalam rangka memberi ruang masukan terkait dengan kurikulum. Dengan demikian, kurikulum yang digunakan diharapkan dapat menjawab tantangan zaman dan mampu mencetak lulusan yang kompeten.

Vestibulum sit amet libero vel

Cras id risus sem. Maecenas sit amet ligula turpis, malesuada convallis dui. Ut ligula lorem, vestibulum sit amet fringilla lobortis, posuere at odio. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Integer egestas lectus egestas erat convallis et eleifend sapien tempor. Nulla aliquam nisi sed lorem rhoncus ut adipiscing leo semper.

Etiam vitae lorem at felis porta

 Nulla aliquam nisi sed lorem rhoncus ut adipiscing leo semper. Vestibulum sit amet libero ante, a porta augue. Morbi ornare, leo a tristique rutrum, arcu nulla ornare purus, et pharetra tortor lectus at lectus. Cras congue rhoncus eros et facilisis. Maecenas vehicula pretium turpis, in volutpat mauris imperdiet vel. Nulla facilisi. Sed at justo sem, at iaculis ligula phasellus ligula tortor.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree